Malam ini langit tak menampakan keindahanya, tak ada satupun kerlipan bintang yang terlihat, yang ada hanya kilatan kilatan cahaya yang seperti berkejaran di atas langit, semilir angin mulai menerpa tubuh, satu per satu butiran air jatuh tanda sesaat lagi hujan akan segera turun.
sementara aku masih berdiri, menanti kedatangan seseorang yang seperti biasa menjemputku di saat aku datang ke tempatnya. entah sampai berapa lama lagi aku berdiri disini & menghabiskan batang demi batang rokok yang aku hisap. syukurlah seseorang yang aku nanti akhirnya datang, BB menghentikan motornya tepat didepanku, lalu menggeser duduknya mundur dan mempersilahkan aku untuk membawa motor menuju tempat kostnya.
tak terlalu banyak percakapan di perjalan, hanya ada pelukan erat & ungkapan rindu dari mulutnya kepadaku saat itu.
di atas sana langit sepertinya masih enggan membasahi bumi karena sedari tadi hanya tetesan tetesan kecil air yang jatuh, dan aku kini hampir sampai di tempat yang dituju. .
"sayang, Jangan dulu ke kostan, kita beli makan dulu" ujar bb padaku.
aku hanya mengangguk mengiyakan,
"kamu yang pilih menunya, asal jangan pecel ayam & nasi goreng " ucap bb, belum sempat aku bertanya, lalu bb pun melanjutkan ucapanya,
"harus ada opsi lain".
aku terdiam, bingung harus kasih opsi apa ke bb karena disini hanya ada 2 menu itu yang dijual berjejer di sepanjang jalan.
"mau, masakan padang?" aku mencoba menawarkan pada bb untuk menu makan malam ini
"gak mau" dengan singkat bb menjawab.
sudah sangat jauh rupanya pencarian menu makan ini, tapi selang beberapa saat terlihat sebuah tenda yang menjual soto ayam dan disana terlihat banyak orang yang sedang makan.
"beli soto ayam aja yuk!" ajakku ke bb
"ya udah deh" terdengar begitu pasrah bb menjawab ajakanku.
"gimana kalau kamu makan soto, aku pecel?" kata bb yang tadinya gak mau beli pecel akhirnya harus dengan terpaksa kembali memilih pecel karena sudah tak ada pilihan lagi, karena bb juga gak begitu terlalu suka soto. lalu aku memesan, menunggu dan akhirnya makanan pun siap untuk d bawa pulang dan di santap di kostan.
Hmm, bahagia rasanya bisa merasakan kembali suasana makan malam berdua dengan bb & menyuapi bb lagi.
selesai makan aku dan bb bersantai sejenak sambil menyaksikan acara tv.
jam mulai menunjukan pukul 10 malam, program tv mulai terasa membosankan, mataku pun sudah tidak ingin lagi fokus pada tv, pandanganku kini lebih tertuju pada sosok yang begitu mempesona, dengan mata yg indah, bibir yang merah dengan senyum yang menawan. yaa, itulah bb. perlahan aku mulai mendekatinya, aku begitu ingin memeluknya, merasakan kembali sebuah kenyamanan saat aku memeluknya. dan entah kenapa suasana kini terasa kaku, tak ada kata-kata yang terucap, hanya sebuah tatapan mata yang berlawanan antara aku dan bb. rasa damai dihati begitu makin terasa, sampai akhirnya bibir ini pun mendaratkan ciuman di keningnya, tak berhenti disitu, aku melanjutkan ciuman itu turun ke bibir manisnya, berkali-kali sampai aku terus mencumbunya.
bahkan aku semakin larut dan terlalu asyik mencumbunya, gairah ini terasa sangat begitu kuat, sampai aku kehilangan kontrol, akhirnya meninggalkan bekas ciuman di lehernya. menyadari aku telah membuat kesalahan, lalu aku memberitahukan pada bb kalau dilehernya ada bekas ciuman berwarna merah. awalnya bb terlihat santai, sampai akhirnya saat tanganku kembali menyentuh lehernya, tiba-tiba bb membentakku dengan sangat hebat. dia begitu marah, sangat marah. bahkan disepanjang perjalanan cinta antara aku dan bb, ini adalah kali pertama bb begitu marah besar kepadaku. sampai-sampai permintaan maafku pun dia abaikan.
"gw gak bakal maafin, sampe bekas ciuman ini hilang" kata-kata itu keluar dari mulutnya yang membuat aku semakin merasa bersalah, sangat menyesal dan sedih. imbasnya dia kini begitu masa bodo dengan keberadaanku disana. bb mendadak sangat cuek, berubah hampir 180 derajat.
"aku harus segera bertindak, aku harus segera menghilangkan bekas itu, bb harus memaafkan aku secepatnya" hati ini terus berbicara seperti itu. beberapa cara telah aku coba, dan terus berharap akan ada hasil. tapi semuanya terlihat sia-sia. malam pun semakin larut, suasana masih belum mencair,bb masih menyimpan kemarahanya sampai dia tidur terlelap tanpa memperdulikan aku. sampai akhirnya pagi pun menjelang, dan waktu ke waktu berlalu dengan keadaan tidak harmonis, senja kini telah datang dan sebuah keajaiban pun muncul. terlihat usahaku seakan membuahkan hasil. sebuah bekas ciuman itupun kini telah hilang. dan itu berarti sebuah maaf akan datang dan senyuman itu akan kembali terukir dari bibir manis bb.
huftt, sungguh ini benar-benar hal yang tak pernah aku duga. .
sementara aku masih berdiri, menanti kedatangan seseorang yang seperti biasa menjemputku di saat aku datang ke tempatnya. entah sampai berapa lama lagi aku berdiri disini & menghabiskan batang demi batang rokok yang aku hisap. syukurlah seseorang yang aku nanti akhirnya datang, BB menghentikan motornya tepat didepanku, lalu menggeser duduknya mundur dan mempersilahkan aku untuk membawa motor menuju tempat kostnya.
tak terlalu banyak percakapan di perjalan, hanya ada pelukan erat & ungkapan rindu dari mulutnya kepadaku saat itu.
di atas sana langit sepertinya masih enggan membasahi bumi karena sedari tadi hanya tetesan tetesan kecil air yang jatuh, dan aku kini hampir sampai di tempat yang dituju. .
"sayang, Jangan dulu ke kostan, kita beli makan dulu" ujar bb padaku.
aku hanya mengangguk mengiyakan,
"kamu yang pilih menunya, asal jangan pecel ayam & nasi goreng " ucap bb, belum sempat aku bertanya, lalu bb pun melanjutkan ucapanya,
"harus ada opsi lain".
aku terdiam, bingung harus kasih opsi apa ke bb karena disini hanya ada 2 menu itu yang dijual berjejer di sepanjang jalan.
"mau, masakan padang?" aku mencoba menawarkan pada bb untuk menu makan malam ini
"gak mau" dengan singkat bb menjawab.
sudah sangat jauh rupanya pencarian menu makan ini, tapi selang beberapa saat terlihat sebuah tenda yang menjual soto ayam dan disana terlihat banyak orang yang sedang makan.
"beli soto ayam aja yuk!" ajakku ke bb
"ya udah deh" terdengar begitu pasrah bb menjawab ajakanku.
"gimana kalau kamu makan soto, aku pecel?" kata bb yang tadinya gak mau beli pecel akhirnya harus dengan terpaksa kembali memilih pecel karena sudah tak ada pilihan lagi, karena bb juga gak begitu terlalu suka soto. lalu aku memesan, menunggu dan akhirnya makanan pun siap untuk d bawa pulang dan di santap di kostan.
Hmm, bahagia rasanya bisa merasakan kembali suasana makan malam berdua dengan bb & menyuapi bb lagi.
selesai makan aku dan bb bersantai sejenak sambil menyaksikan acara tv.
jam mulai menunjukan pukul 10 malam, program tv mulai terasa membosankan, mataku pun sudah tidak ingin lagi fokus pada tv, pandanganku kini lebih tertuju pada sosok yang begitu mempesona, dengan mata yg indah, bibir yang merah dengan senyum yang menawan. yaa, itulah bb. perlahan aku mulai mendekatinya, aku begitu ingin memeluknya, merasakan kembali sebuah kenyamanan saat aku memeluknya. dan entah kenapa suasana kini terasa kaku, tak ada kata-kata yang terucap, hanya sebuah tatapan mata yang berlawanan antara aku dan bb. rasa damai dihati begitu makin terasa, sampai akhirnya bibir ini pun mendaratkan ciuman di keningnya, tak berhenti disitu, aku melanjutkan ciuman itu turun ke bibir manisnya, berkali-kali sampai aku terus mencumbunya.
bahkan aku semakin larut dan terlalu asyik mencumbunya, gairah ini terasa sangat begitu kuat, sampai aku kehilangan kontrol, akhirnya meninggalkan bekas ciuman di lehernya. menyadari aku telah membuat kesalahan, lalu aku memberitahukan pada bb kalau dilehernya ada bekas ciuman berwarna merah. awalnya bb terlihat santai, sampai akhirnya saat tanganku kembali menyentuh lehernya, tiba-tiba bb membentakku dengan sangat hebat. dia begitu marah, sangat marah. bahkan disepanjang perjalanan cinta antara aku dan bb, ini adalah kali pertama bb begitu marah besar kepadaku. sampai-sampai permintaan maafku pun dia abaikan.
"gw gak bakal maafin, sampe bekas ciuman ini hilang" kata-kata itu keluar dari mulutnya yang membuat aku semakin merasa bersalah, sangat menyesal dan sedih. imbasnya dia kini begitu masa bodo dengan keberadaanku disana. bb mendadak sangat cuek, berubah hampir 180 derajat.
"aku harus segera bertindak, aku harus segera menghilangkan bekas itu, bb harus memaafkan aku secepatnya" hati ini terus berbicara seperti itu. beberapa cara telah aku coba, dan terus berharap akan ada hasil. tapi semuanya terlihat sia-sia. malam pun semakin larut, suasana masih belum mencair,bb masih menyimpan kemarahanya sampai dia tidur terlelap tanpa memperdulikan aku. sampai akhirnya pagi pun menjelang, dan waktu ke waktu berlalu dengan keadaan tidak harmonis, senja kini telah datang dan sebuah keajaiban pun muncul. terlihat usahaku seakan membuahkan hasil. sebuah bekas ciuman itupun kini telah hilang. dan itu berarti sebuah maaf akan datang dan senyuman itu akan kembali terukir dari bibir manis bb.
huftt, sungguh ini benar-benar hal yang tak pernah aku duga. .
