oke lah, gw minta maaf & mengakui bersalah kalo zmz gw ternyata bikin dia sakit, tapi bukan maksud gw menyakiti dengan semua ucapan itu.
sepenuhnya gw sadari maksud zmz yang dia kirim adalah mengajak gw untuk menjadi lebih baik dan semakin dekat dengan tuhannya. tapi sepertinya gw melihat ada kesalahan kecil dalam cara dia mengajak gw beribadah. dia bilang, dia rela menjaminkan diri supaya gw mau berpuasa, entah apa sebuah jaminan yang dia maksud?
flashback ke beberapa bulan yang lalu, waktu itu gw lagi berada dimasa-masa terboros, gw gak bisa mengkontrol pengeluaran duit. hampir di setiap harinya gw menghabiskan duit sekitar 24 ribu untuk 2 bungkus rokok. dan yg gw inget dia berusaha memanage gw supaya gw gak terlalu boros membeli rokok, sampai dia bilang. "lu harus berusaha, gw rela mengorbankan hubungan antara gw sama lu, kita putus, kalo lu gak bisa mengurangi dari 2 bungkus rokok per hari" jujur gw merasa termotivasi, akibat rasa sayang & cinta juga demi kebaikan gw, gw berjuang mengurangi jatah rokok 2 bungkus per hari menjadi 1 bungkus. daripada gw harus kehilangan dia, gw lebih ikhlas mengurangi jatah rokok. gw bersyukur efeknya begitu terasa. dia begitu hebat mempengaruhi gw, motivasi yang sangat berarti buat gw. .
back to topic,, di hari kemarin, dia kembali menjaminkan diri dia supaya gw mau berpuasa. jaminan apa yg dia maksud? apakah sama jaminannya dengan kejadian yang lalu?? arghh, pertanyaan itu berkecamuk dalam otak gw. andai saja pemikiran gw benar, gw rasa ini berlebihan. emosipun mulai menguasi diri gw, akhirnya gw mengirim sebuah zmz yang dia anggap itu menyakitkan, dia anggap itu sangat menampar & dia anggap air susu di balas air tuba.
*andai saja cara dia mengingatkan gw gak dengan sebuah ancaman seperti itu, mungkin emosi gw bisa terkendali. andai saja, cara dia menyampaikan sebuah jaminan itu secara rinci, mungkin gw gak akan terpengaruh dengan pemikiran negative.
tapi sayang, nasi udah menjadi bubur, semua sudah terjadi, gw udah bikin dia sakit dengan zmz gw, gw udah terbakar emosi dengan maksud jaminan yang gak di jelasin secara rinci oleh dia.
mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan gw. gw sadar gw salah. niat dia emang mulia, gw salut. ternyata dia begitu sayang sama gw, perhatian dia buat gw begitu menyeluruh.
gw bangga sama #BB, U're my best i ever had.
I LOVE U. .
sepenuhnya gw sadari maksud zmz yang dia kirim adalah mengajak gw untuk menjadi lebih baik dan semakin dekat dengan tuhannya. tapi sepertinya gw melihat ada kesalahan kecil dalam cara dia mengajak gw beribadah. dia bilang, dia rela menjaminkan diri supaya gw mau berpuasa, entah apa sebuah jaminan yang dia maksud?
flashback ke beberapa bulan yang lalu, waktu itu gw lagi berada dimasa-masa terboros, gw gak bisa mengkontrol pengeluaran duit. hampir di setiap harinya gw menghabiskan duit sekitar 24 ribu untuk 2 bungkus rokok. dan yg gw inget dia berusaha memanage gw supaya gw gak terlalu boros membeli rokok, sampai dia bilang. "lu harus berusaha, gw rela mengorbankan hubungan antara gw sama lu, kita putus, kalo lu gak bisa mengurangi dari 2 bungkus rokok per hari" jujur gw merasa termotivasi, akibat rasa sayang & cinta juga demi kebaikan gw, gw berjuang mengurangi jatah rokok 2 bungkus per hari menjadi 1 bungkus. daripada gw harus kehilangan dia, gw lebih ikhlas mengurangi jatah rokok. gw bersyukur efeknya begitu terasa. dia begitu hebat mempengaruhi gw, motivasi yang sangat berarti buat gw. .
back to topic,, di hari kemarin, dia kembali menjaminkan diri dia supaya gw mau berpuasa. jaminan apa yg dia maksud? apakah sama jaminannya dengan kejadian yang lalu?? arghh, pertanyaan itu berkecamuk dalam otak gw. andai saja pemikiran gw benar, gw rasa ini berlebihan. emosipun mulai menguasi diri gw, akhirnya gw mengirim sebuah zmz yang dia anggap itu menyakitkan, dia anggap itu sangat menampar & dia anggap air susu di balas air tuba.
*andai saja cara dia mengingatkan gw gak dengan sebuah ancaman seperti itu, mungkin emosi gw bisa terkendali. andai saja, cara dia menyampaikan sebuah jaminan itu secara rinci, mungkin gw gak akan terpengaruh dengan pemikiran negative.
tapi sayang, nasi udah menjadi bubur, semua sudah terjadi, gw udah bikin dia sakit dengan zmz gw, gw udah terbakar emosi dengan maksud jaminan yang gak di jelasin secara rinci oleh dia.
mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan gw. gw sadar gw salah. niat dia emang mulia, gw salut. ternyata dia begitu sayang sama gw, perhatian dia buat gw begitu menyeluruh.
gw bangga sama #BB, U're my best i ever had.
I LOVE U. .
