Di socmed dan messenger lagi rame caption #dearmantanmaafkanakuyangdulu, di instagram, twitter, LINE, BBM dan masih banyak yang lainya. foto-foto transformasi diri sendiri begitu massive menyerang planet maya. dari yang dulunya jelek banget jadi cakep biasa, yang dulunya jelek biasa jadi cakep banget, yang dulunya gendut jadi langsing, yang dulunya kurus jadi proforsional. entah itu asli atau hasil racikan dari camera 360 atau B216 gue gak tau. bahkan ada yang dulunya cowo sekarang jadi seperti cewe dan kebalikanya, yang dulunya cowo normal tiba-tiba sekarang jadi homo. ehh nggak deh, yang dua terakhir becanda aja. hahaa :D
Dan gue malah jadi ikut-ikutan kebawa suasana, tapi untungnya bukan foto yang bakal gue share, gue cuma bisa share tulisan ini. iya, kalau mereka membuat foto narsis seperti ingin menunjukan ke mantan supaya berasa nyesel udah mutusin dia di waktu dulu. tapi tulisan gue yang ini bukan untuk mengarah kesana (baca: narsis), meski tulisan ini gue buat sangat tulus dari dalam hati, tapi please buat kalian barisan para mantan, jangan GeeR dulu sebelum kalian baca sampai habis tulisan ini.
Sebenernya gue males ngomongin soal mantan, pasti nanti mereka kira gue belum move on. bukan sih bukan itu. gue cuma mau ngungkapin perasaan gue yang sekarang terhadap kalian hey para mantan. mungkin gak penting, tapi ini serius. sebejad, seburuk, sejelek kalian ataupun gue, ada hal yang pernah kita lewati bersama, tertawa, jalan bareng, nonton, makan, menghabiskan waktu, saling merindu, saling sendu sampai mengharu biru, berantem, sampai saling melepas hasrat bersama. meski semua diawali dengan baik-baik tapi akhirnya harus selesai dengan saling mengabaikan.
Dear mantan, maafin gue yang dulu
Yang sering bikin kalian kesel, yang pernah menyakiti hati kalian, yang pernah membuat nangis kalian, yang pernah hilang tanpa kabar, yang pernah membuat kalian menunggu, yang pernah memaksa kalian untuk mendesah dan hal lain yang mungkin kalian masih ingat dan kecewa dan benci dengan gue sampai saat ini. maafin gue!
Meski kalian juga pernah menyakiti, mengkhianati, meningggalkan gue. tapi kalian adalah orang-orang terbaik yang pernah hadir melukiskan warna-warni di hidup gue.

