Juna Bukanlah Arjuna - part 2



"ngac*ng lu?" seraya wajahnya menoleh kearahku

"kagak" jawabku malu-malu

"kalo gak ngac*ng lu gak normal" dengan diakhiri tawa lalu juna berdiri dan langsung membuka kancing celananya, Kemudian kembali duduk.

"hahaa, iye gue ngac*ng" jawabku yang tadinya sok pura-pura jaga image ke juna. lalu akupun melakukan hal yang sama seperti juna, sambil duduk aku membuka sabuk dan melepas kancing celana supaya tidak terasa sesak.

Hampir sejam, film pun akhirnya selesai. juna kembali berdiri sambil membenahi celananya dan berjalan mendekat ke arah VCD player. dia lalu mengganti disc dengan disc yang lain. Film kedua dimulai, tapi si juna gak balik lagi ke sofa, dia malah duduk di karpet depan TV.

"disini aja jazz nontonnya, biar jelas. Hahaa" teriak juna padaku yang kembali di akhiri dengan tawa. Tanpa pikir lama aku langsung mendekat ke tv sambil membawa bantal yang ada di sofa. aku duduk bersila di samping juna sambil memeluk bantal. Tapi tiba-tiba juna malah merebut bantalnya

"pinjem ahh, gue mau sambil rebahan" omong juna sambil meletakan bantal dan rebahan dengan tangan menopang kepalanya.

Di layar TV, adegan film dimulai dengan dua orang cowok mengetuk-ngetuk pintu, lalu dari dalam rumah keluar cewek cuma memakai handuk. Entah dua cowok itu tukang apa, yang aku lihat dia mengangkut beberapa barang yang satu ke dalam kamar si cewek kemudian yang satu lagi ke dapur. Si cowok yang ke kamar langsung sibuk membongkar barang bawaanya. dan cewek yang punya rumah, masih dengan memakai handuk duduk bersandar diatas kasur sambil membaca majalah. Seakan seperti menggoda, si cewe sengaja mengangkat salah satu kakinya sampai paha putihnya terlihat.

Sampai kemudian terjadilah obrolan diantara mereka, si cowok mulai mendekat, mengelus-elus bagian paha si cewek lalu mereka berciuman diatas ranjang dan singkatnya mereka berdua sudah dalam keadaan telanjang, mereka asyik bercumbu, kemudian si cewek mulai memainkan pen*s si cowok dengan mulutnya. Tanpa diduga tiba-tiba si cowok yang satunya datang masuk ke kamar. seperti begitu kaget dia cuma bengong, melihat apa yang sedang dilakukan temanya, tapi kemudian si cewek melihat keberadaannya. entah si cewek ngomong apa sampai akhirnya cowok tadipun mendekat dan mulai melucuti pakaianya sendiri, akhirnya dia bergabung dengan temannya diatas ranjang.

Semakin panas saja adegannya, satu cowok sedang menjilati vag*na si cewek, dan si cewek begitu asyik menghisap pen*s cowok yang satunya. tapi tiba-tiba adegan tak lazim yang tak pernah terkira dan pertama kalinya aku lihat, si cowok yang pen*snya sedang dihisap si cewek tadi, dia juga menghisap pen*s temannya yang sedang menjilati vag*na. Aku yang tadinya sangat fokus menonton, sontak langsung berpaling ke arah juna, secara kebetulan hal yang sama juga dilakukan oleh juna. Tak bisa dihindari aku dan juna akhirnya jadi saling menatap. tak ada kata-kata sedikitpun antara aku dan juna, Kita hanya saling menatap saja waktu itu.

Aku dan juna mungkin saja kaget karena adegan di video memang gak lazim. Kemudian juna mengambil remot lalu video di skip sama dia. nonton yang tadinya seru tiba-tiba jadi gak asyik. Bukan karena videonya, tapi kelakuan si juna yang udah skip beberapa adegan videonya. mau protes tapi gak berani, lalu aku langsung balik lagi ke sofa dan rebahan.

"loe gak mau nonton lagi?" kata juna

"Gak ahh, videonya loe skip terus jadi gak seru" jawabku

"Ya abis videonya begitu, Tapi ini udah mulai lagi nih" sahut juna

"Gue ngantuk ahh, mau tidur. rada perih  juga mata gara-gara kurang tidur semalem" jawabku dan akhirnya akupun tertidur diatas sofa.

Sepertinya belum lama aku tertidur, aku harus terbangun karena suara adzan dzuhur dari speaker masjid yang gak jauh dari rumah juna. aku buka mata dan langsung duduk, rumah juna masih saja sepi. aku melihat TV tapi sudah mati, dan juna juga gak ada. karena mata berasa pedih, aku langsung berdiri berjalan menuju kamar mandi untuk  mencuci muka.

Sesampainya di dapur, aku mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar mandi. Waktu itu pintu kamar mandi memang rada setengah kebuka, tanpa mikir yang aneh-aneh aku langsung masuk saja. Baru saja masuk tiba-tiba aku dikagetkan dengan kejadian yang sampai saat ini gak pernah bisa aku lupa. aku melihat juna sedang bersandar ke tembok tanpa memakai baju dengan celana melorot sampai menyentuh lantai, matanya terpejam, mulutnya menganga dengan suara mendesah, tangan kirinya sibuk memainkan puting susunya, sementara tangan kanan bergerak cepat memainkan batang pe*is dengan banyak busa sabun.

Sumpah, meski aku sudah lama akrab dengan juna. Tapi baru kali ini aku melihat juna telanjang sekaligus melihat batang pe*is dia yang, kayanya ukuranya diatas rata-rata buat anak seumuran belasan tahun.
Speechless, cuma bisa bengong melihat si juna yang seperti menikmati aktivitasnya. semakin lama tangannya semakin cepat bergerak, suaranya semakin meninggi dan aghhh, lagi-lagi pertama kalinya aku melihat ada cairan putih kental menyemprot keluar dari pe*is berkali-kali. aku melihat tubuh juna seperti kejang-kejang dibarengi suara desahan panjang yang mulai pelan diikuti gerakan tangan yang bergerak melambat.

Seolah aku sedang dihipnotis, aku hanya bengong melihat juna waktu itu. Dan baru tersadar karena juna tiba-tiba terperanjat dan membalikan badan lalu buru-buru menarik celananya.

"anjing, goblog, ngapain lu ada disini"? Tiba-tiba juna ngomong kasar dengan nada agak tinggi

"Gu.. Gue mau cuci muka tadinya" jawab gue rada gugup

"terus lu baru masuk apa udah daritadi disini?" tanya juna masih dengan nada tinggi

"baru sih, tapi agak lama juga" jawabku bingung

"Berarti lu ngeliat gue donk daritadi?" tanya juna

"Iya gue liat" jawabku singkat

"ahh setan, kenapa juga lu maen masuk-masuk aja?" tanya juna masih rada nyolot

"ye mana gue tau lo ada didalem, tadi pintunya kebuka makanya gue langsung masuk" jawabku

"emang pintunya kebuka?" tanya juna sedikit heran

"iya lah, kalau nutup mah mana gue berani masuk" jawabku lagi.

Juna lalu terdiam beberapa lama, kemudian matanya menatapku dan mulai mendekat.

"oke, loe sahabat gue kan jazz? Gue harap loe gak ngomong ke anak-anak atas kejadian yang udah tadi loe liat. Cukup loe yang tau dan ini jadi rahasia, Bisa janji sama gue?" kata juna sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arahku

"oke gue janji" jawabku yang padahal masih belum mengerti dengan maksud juna, tapi langsung menyetujui dan mengaitkan jari kelingkingku di jari kelingkingnya juna

"sipp, gue percaya sama loe" kata juna dengan diakhiri senyum

Juna: "sana loe keluar dulu, gue mau bersih-bersih" kata juna lagi sambil ngedorong aku keluar dan menutup pintu kamar mandi

Gue: "buruan woyy, gue pengen kencing sama cuci muka juga nih" aku berteriak dari luar sambil gedor-gedor pintu

"iye bentar" jawab juna dari dalam

Tapi karena aku udah kebelet pipis, aku memaksa masuk dan ngedorong pintu, untungnya pintu gak dikunci. dan begitu masuk kedalam kamar mandi ternyata juna udah telanjang.

"ehh buset, goblog. Maksa masuk aja loe" kata juna rada sewot

"bodo amat, gue udah kebelet" jawabku sambil membuka retsleting dan langsung pipis. Sementara juna melanjutkan langsung mengambil air di bak dengan gayung dan mengguyur tubuhnya dengan cepat.

"ehh jun pelan-pelan, basah kena celana gue nih"

Tapi juna malah cuek, dia terus aja asyik mengguyur badanya dengan air. Dan aku malah jadi terperangkap disana, mau keluar tapi juna gak mau berhenti.

"jun.. Jun.. Wooyy"

"apa sih, berisik amat loe" jawab juna sambil nyiram sedikit air ke arahku, lalu mengambil sabun.

"ehh anjing basah baju gue" aku mulai sedikit nyolot ke juna
Tapi si juna malah nyanyi-nyanyi sambil memakai sabun menggosok-gosok badannya. Dan seperti sengaja gak ngasih jalan, ngehalangin supaya aku tidak bisa keluar dari kamar mandi. akhirnya aku dorong tubuh juna, tapi karena licin jadinya sia-sia, tanganku meleset dan tubuhku malah jadi menempel ke tubuh juna. Sial, bajuku jadi kena sabun dari tubuh si juna.

"tuh kan jun, jadi kotor baju gue"
Juna lalu berhenti sesaat, dia melmperhatikan bajuku. tapi kemudian juna malah mengambil gayung dan byurrr, juna malah menyiram bajuku.

"tuh bersih kan? Udah gak ada busanya?"
Anjirr, tolol banget ini si juna. Iya busanya hilang, tapi baju celana kan jadi basah.

"udah, buka aja baju celananya, mandi aja sekalian. Hahaa" kata juna sambil tertawa, menertawakanku.
Byurr, lagi-lagi juna malah kembali menyiramku berkali-kali sampai bajuku jadi basah semua. aku yang tadinya gak ada niatan untuk mandi pun akhirnya terpaksa mulai melepas baju dan celana yang sekarang sudah basah semua.

You Might Also Like

Comments
0 Comments

0 comments

BERI KOMENTAR