Banyak orang yang bilang, katanya malam minggu itu malam yang panjang. Bener gak sii? Menurut gue sih ada benernya, beda aja sama malem-malem lain. Kek yang gaue rasain malam sekarang ini, sore tadi gue sempet maen, sampe pulang rada maleman. Mata masih belum ngantuk, tapi gak tau mau ngelakuin apalagi? Akhirnya gue buka laptop, terus buka-buka folder dan ketemulah folder MOVIE yang memang didalemnya banyak film dan sebagian film yang udah gue download tapi belum sempet gue tonton. Terus gue double klik salah satu film yang judulnya THE READER.
Ehmm, ada yang pernah tau atau nonton filmnya gak? Pasti ada mungkin yaa, ini kan film lama. Tapi jujur aja, meskipun ini film lama tapi pertama kalinya gue nonton film THE READER ini yaa barusan, tapi gak apa-apa kan yaa kalo gue ngebahas film THE READER disini? Sekali-sekali lah gue mau coba ngebahas film. Hahaahaha. .
Oke, mulai yaa. Jadi film THE READER ini menurut info yang gue dapet dari IMDB bergenre DRAMA/ROMANTIC, realeasenya itu tahun 2009 sekitar bulan January. film ini dibikin dengan budget 32 juta US dollars, yang di minggu pertama dapet hasil sekitar 671,064 pound sterling atau setara 1,093,380 USD. pendapatan hasil film ini sebesar 34,180,954 USD pada bulan mei 2009. dan Pernah dapetin 1 piala Oscar serta beberapa penghargaan lainya. Film ini di sutradarai oleh Stephen daldry serta dibintangi oleh kate winslet dan Ralph Fiennes juga david kross.
Awal mulanya, dimulai pada tahun 1995 di Berlin, di mana Michael Berg (Ralph Fiennes), seorang pengacara, sedang menyiapkan sarapan untuk seorang wanita yang telah menghabiskan malam bersamanya. Setelah si wanita itu pergi, kemudian film ini berganti scene menunjukkan kilas balik saat Michael berg berada di kereta api pada tahun 1958 di Neustadt - Jerman.
Seorang remaja berusia 15 tahun, Michael (David Kross) sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya sehabis bersekolah, dijalan dia merasa sakit dan muntah-muntah, lalu dia berhenti di pintu masuk sebuah gedung apartemen terdekat. Lalu datanlang Hanna Schmitz (Kate Winslet), seorang wanita yang berumur menjelang 40 tahunan yang berprofesi sebagai kondektur kereta api membantunya dengan membawa ke apartemennya dan juga mengantar pulang, dan setibanya di rumah Michael divonis menderita penyakit demam berdarah. Dan selama tiga bulan lamanya dia harus dirumah terus supaya penyakitnya tidak menular pada yang lain. Setelah dia sembuh, Michael menemui Hanna dengan membawa bunga sebagai ucapan terima kasih padanya.
Hanna yang sudah berumur 36 tahun, menggoda Michael yang kemudian hubungan mereka berubah menjadi hubungan sepasang kekasih. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama melakukan hubungan seks di apartemennya dan Michael juga membacakan buku cerita dan novel sastra kepadanya sebelum berhubungan seks seperti, cerita 'Emilia Galotti', puisi 'The Odyssey', cerpen 'The Lady with the Little Dog', novel 'Adventures of Huckleberry Finn', hingga komik 'Tintin'. Hubungan terlarang itu berlangsung hanya tiga bulan saja karena secara tiba-tiba Hanna meninggalkan Berlin untuk pekerjaannya tanpa memberitahu Michael.
Cerita film kemudian beralih saat Michael di sekolah hukum Heidelberg University pada tahun 1966. Sebagai bagian dari seminar khusus yang diajarkan oleh Profesor Rohl (Bruno Ganz), para siswa mengamati sidang percobaan (mirip dengan Ujian Frankfurt Auschwitz) dari enam wanita yang dituduh membiarkan 300 tahanan perempuan Yahudi mati terbakar di sebuah gereja ketika mereka tertugas sebagai penjaga organisasi militer milik Nazi (SS) di Kamp kecil dekat Krakow. Michael kemudian berjumpa lagi dengan Hanna dalam kondisi dan situasi yang berbeda, dimana Hanna menjadi satu dari enam terdakwa tersebut. Ternyata Hanna meninggalkan Michael pergi dari Berlin dan kemudian bekerja sebagai anggota SS yang ditugaskan di Kamp Konsentrasi Yahudi di Auschwtz. Kejadian itu tentu saja sangat mengguncang jiwa Michael.
Bukti utama adalah kesaksian Ilana Mather (Alexandra Maria Lara), seorang penulis yang juga salah satu korban yang mengingat bagaimana ia dan ibunya yang juga menjadi saksi dalam sidang tersebut berhasil selamat. Hanna, tidak seperti rekan-rekan terdakwa lainnya, yang mengakui bahwa Auschwitz adalah sebuah Kamp pemusnahan yang memilih para wanita penjaga setiap akhir bulannya dengan dilakukan proses seleksi untuk memilih beberapa orang tahanan dari kamp kembali ke Auschwitz untuk dibunuh. Karena tekanan dari para terdakwa lainnya dan karena malu kepada semua orang kalau dia tidak dapat membaca dan menulis, Hanna terpaksa mengakui kalau dia yang bertanggung jawab atas kematian para tahanan di gereja dengan bukti laporan tertulis.
Michael kemudian menyadari selama ini Hanna telah merahasiakan kepadanya dan juga pada semua orang bahwa dia buta huruf. Michael kemudian memberitahu Rohl bahwa ia memiliki informasi yang menguntungkan salah satu terdakwa tetapi tidak yakin apa yang harus dilakukan karena terdakwa sendiri memilih untuk tidak mengungkapkan informasi itu.
Hanna kemudian menerima hukuman seumur hidup untuk mengakui peran kepemimpinannya atas 300 kasus pembunuhan, sementara terdakwa lainnya masing-masing menerima hukuman 4 tahun 3 bulan penjara karena bersama-sama bersekongkol atas kasus tersebut.
Sementara saat Michael sudah menikah dan memiliki putri, dan kemudian mengalami perceraian. Michael mengambil buku-buku waktu bersama Hanna, dan untuk menghiburnya, Michael mengirimkan kaset-kaset berisi cerita yang direkamnya di rumah. Akhirnya, Hanna mulai untuk memeriksa buku dari perpustakaan penjara dan belajar membaca dan menulis dengan mengikuti panduan kaset yang dikirim Michael. Dia mulai menulis untuk membalas surat kepada Michael secara singkat.
Michael tidak membalas surat dari Hanna tapi dia terus mengiriminya kaset. Pada tahun 1988 seorang petugas di penjara (Linda Bassett) meneleponnya karena Michael satu-satunya orang yang pernah berhubungan dengan Hanna, untuk mencari bantuan pekerjaan dan tempat tinggal baginya karena dia segera keluar dari penjara.
Michael menemukan tempat tinggal beserta pekerjaan dan akhirnya mengunjungi Hanna seminggu sebelum dia dibebaskan. Dalam pertemuan itu, Michael tetap agak menjauh karena mengingat apa yang Hanna lakukan pada masa lalunya. Michael tiba di penjara pada hari kebebasan Hanna dengan membawa bunga. Namun ternyata dia menemukan bahwa Hanna telah gantung diri dan meninggalkan kaleng bekas teh dengan uang tunai di dalamnya, beserta catatan yang meminta Michael untuk memberikan uang tunai dan uang di rekening bank untuk Ilana.
Michael kemudian melakukan perjalanan menuju New York. Dia bertemu Ilana (Lena Olin) dan mengaku hubungannya dengan Hanna. Dia mengatakan padanya tentang pesan dari Hanna dan kalau dia buta huruf. Ilana memberitahu Michael tidak ada yang bisa dipelajari dari kamp. Michael menunjukkan kalau uangnya di sumbangkan saja ke sebuah organisasi untuk memberantas buta huruf orang dewasa, kalau bisa organisasi milik Yahudi, dan dia setuju meskipun bukan berarti "buta huruf adalah problem bagi orang Yahudi." Ilana akhirnya menyimpan kaleng teh karena mirip dengan salah satu kaleng miliknya yang dicuri sewaktu di Kamp.
Film inipun berakhir saat Michael berg kembali bersama putrinya Julia (Hannah Herzsprung) di makam Hanna Schmitz dan mulai menceritakan kisah masa lalunya.
Lumayan pegel mata juga yaa, abis nonton terus gue malah lanjut ngeblog, tanpa sadar juga ternyata sekarang udah jam 2:40 pagi, yaudah ahh gue tidur dulu. Udah ngantuk juga nih mata. .

