Selamat malam, pagi siang dan sore my silent reader ☺
gak usah kaget yakk, karena tiba-tiba ada post baru di blog ini. sebelum gue lanjutin tulisan, gue mau ucapin terimakasih nih buat seseorang di jakarta sana yang sudah membangunkan gue dari tidur panjangnya blog ini. jujur saja, gue hampir lupa sebenernya dengan blog ini. bukan karena kesibukan kerjaan loh yaa, sepele sih, waktu santai gue habis dipake cuma buat maen game PUBG mobile & Freefire. ada yang maen game itu juga gak? kalo ada, ayo mabar lah. wkwkwk!!
Post ini sebenernya sudah hampir membusuk didraft dan barusan gue coba buat diringkas aja biar cepet kelar, karena masih ada post-post lain yang sudah numpuk yang harus gue rapihin dan diposting. terus satu lagi gue coba perhalus bahasanya lah yaa. oke udah gitu aja dari gue, kita lanjut ke cerita deh..
***
Getar dan dering suara alarm dari handphone membangunkan aku dari tidur lelap. Aku menyingkirkan tangan arya yang masih memeluk tubuhku, sesaat aku menoleh ke arah wajahnya yang masih tidur nyenyak. Lalu aku ambil handphone dan mematikan alarmnya, jam dilayar menunjukan pukul 05:10. Aku pun segera beranjak dari kasur dan menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi aku melihat arya sudah terbangun dan sedang membuka handphone miliknya.
"Loh gue kira masih tidur" ucapku
"Kebangun gegara suara lu mandi" jawab arya
"Duhh!! sorry loh sayang, tadi ga aku tutup pintunya" timpalku
"Sayang - sayang" ucap arya ketus
"Ya udah tidur aja lagi kalo masih ngantuk" jawabku sambil mendekati dan duduk dekat arya lalu membenahi selimut untuk menutupi tubuh arya yang masih telanjang
Tapi kemudian arya malah bangun dan duduk diatas kasur
"Lu mau kemana sih?" Tanya arya singkat
"Ko tanya kemana? Ya gua pulang donk" jawabku
Tiba-tiba arya langsung memeluku yang kebetulan waktu itu aku masih pakai handuk, hangat terasa tubuh arya saat bersentuhan dengan tubuhku yang memang terasa dingin karena baru saja mandi.
"Gue masih kangen" ucap arya
Ucapan arya barusan begitu mengagetkanku dan hampir tidak percaya aku telah mendengarnya, karena arya itu termasuk orang yang cuek, bahkan di chat pun dia hampir belum pernah untuk bilang kangen, apalagi secara langsung seperti ini.
Sementara aku masih terdiam, ucapan arya masih terngiang ditelingaku, tangan arya malah semakin erat memeluk tubuhku. Tak ada kata apapun yang terucap dari aku dan arya, hanya pelukan penuh arti dari arya yang aku rasakan saat itu.
"Tapi gimana? Gue harus kerja hari ini" ucapku sambil mencoba melepas pelukan arya
"Serius lu mau pulang sekarang" jawab arya seolah masih tak percaya
"Ya kalo nanti, gue telat masuk kerja donk" jawabku
Kemudian arya kembali memeluku, kali ini sangat erat, begitu erat.
"Tapi lu janji ya, secepatnya lu harus balik lagi kesini" kata arya
"Iya sayang, aku janji" kataku sambil menoleh ke wajah arya, lalu mendaratkan ciuman tepat di pipinya. dan kali pertamanya kata sayang yang aku lontarkan seperti tak ada penolakan dari arya. lalu akupun melepaskan tangan arya yang masih memeluku, kemudian berdiri dan mulai bersiap untuk pulang, dengan baju yang masih agak sedikit basah karena kehujanan semalam.
Sampai akhirnya aku harus berangkat untuk pulang. aku ambil helm dan kunci motor yang masih tergelatak di rak tv.
"Gue pulang yaa" ucapku.
Tapi tak ada jawaban dari arya, yang terlihat dia hanya menganggukan kepalanya. Lalu aku pun keluar dan menutup pintu meninggalkan arya yang masih duduk di atas kasur.
*****
Sejujurnya saat itu aku juga masih kangen dengan arya. Aku merasa nyaman saat berada bersama arya, bertahun-tahun kita kenal sampai pernah terbesit dipikiran untuk bisa memilikinya. Hanya saja sepertinya arya lebih memilih untuk seperti ini. Mesranya kita cuma disaat tertentu dan ditempat tertentu.
Sampai aku teringat, disaat awal kenal dulu, arya pernah bercerita tentang seseorang, tentang sebuah rasa, tentang cinta, yang pernah membuatnya terluka dan kecewa. Dan akhirnya aku faham dibalik semua sikap arya saat itu.
Terimakasih buat arya yang sudah singgah dan memberi warna dalam kehidupanku.

