Dinihari tadi sebelum gue tidur tiba-tiba ada notification dari twitter, gue liat ternyata ada DM masuk. Dari siapa?? Dari siapa yaa? Hmmm, Dari.. Dari seseorang aja deh. Iyaa seseorang, seseorang yang katanya lagi galau dengan skripsi. Dia blogger juga sih, gue juga sering baca-baca blog nya. Seru-seru loh tulisannya, dan gue gak sebut namanya karena gue gak punya izin buat mention dia disini. Hahaa...
Lahh terus, emang dia DM apa? DM nya sih cuma tebak-tebakan, isinya begini.
"tulisan terakhir di blog pasti OTW cartil ya? *sotoy*"
"tulisan terakhir di blog pasti OTW cartil ya? *sotoy*"
Cartil, satu nama yang baru gue denger kemarin malem. Gue nanya sih ke dia, tapi jawabanya kurang bikin puas hahaa. Akhirnya gue tanya lah ke mbah google dan si mbah bilang
"Caringin Tilu atau disebut cartil menjadi salah satu rekomendasi lokasi terbaik untuk menikmati wisata alam penggunungan di dataran tinggi Bandung yaitu pegunungan Manglayang. Dari lokasi ini pula, cakrawala dari ujung timur hingga ke barat wilayah Cekungan Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan yang begitu kokoh dan megahnya, terlihat sangat jelas."
Tapi tujuan kita waktu itu bukan ke cartil, kita mau ke gunung yang terletak di wilayah bandung utara dan ini gunung yang melegenda di masyarakat jawa barat. Gunung apa sih emang?? Namanya Gunung Tangkuban parahu gunung yang lahir dari cerita legenda sangkuriang.
Siapa sangkuriang?? Aghh masa gak tau?? Apa perlu gue bahas?
Aghh, gak usah lah ya. Ini kan bukan blog cerita rakyat. Blog gue ini isinya 99,99% tulisan based on true story. Haha..
Aghh, gak usah lah ya. Ini kan bukan blog cerita rakyat. Blog gue ini isinya 99,99% tulisan based on true story. Haha..
Udah aghh speak-speaknya, kita kembali ke jalan cerita lanjutan dari post yang kemarin.
*****
Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, gue dan si pacar yang pagi itu sedang asyik didalam selimut tiba-tiba harus terhenti sejenak.
Tok tok tok, kembali suara ketukan terdengar dari luar pintu. Akhirnya si pacar buru-buru saja memakai celana dan menuju pintu lalu membukanya. Sementara gue masih didalam selimut.
Tok tok tok, kembali suara ketukan terdengar dari luar pintu. Akhirnya si pacar buru-buru saja memakai celana dan menuju pintu lalu membukanya. Sementara gue masih didalam selimut.
"selamat pagi, ini sarapan paginya mas" terdengar suara dari luar.
"oh iya, terima kasih ya mas" jawab si pacar
Dan setelah sarapan ditaruh di meja, pacar gue kembali langsung menutup dan mengunci pintu. lalu gue langsung membuka selimut, bangun dan menuju kamar mandi bergantian dilanjut sipacar.
Sekarang gue dan sipacar sama-sama sudah mandi, sarapan pun sudah habis, tapi si pacar cuma makan sedikit. Katanya nasi gorengnya rada keras dan dia ngajak keluar buat nyari sarapan lain.
Kita pun keluar hotel, berjalan beberapa puluh meter dan ketemu lah dengan penjual bubur ayam, si pacar pun langsung mendekat dan memesan satu porsi bubur ayam. Setelah makan kita balik ke hotel buat langsung check out, karena sudah lumayan siang juga sih dan gak mungkin juga balik lagi kesini.
Waktunya melanjutkan rencana awal, yaitu menikmati suasana pegunungan, melihat keindahan alam di bandung utara.
Lets gooo..
Ban motor kembali menapaki aspal hitam, sesaat berjalan pelan tapi kemudian harus menarik gas kencang karena didepan ada jalan yang menanjak mulai menyambut ditemani rambu-rambu lalu lintas tanda panah berliku. Motor mulai menembus memasuki jalan yang disekelilingnya menjulang pohon-pohon pinus yang tinggi.
Tak berapa lama, sampailah di gerbang bertuliskan selamat datang di wisata alam gunung tangkuban perahu, kemudian kita membeli tiket masuk dan langsung kembali menarik gas menyusuri jalan berliku ditengah lebatnya hutan dan juga pemandangan jurang dipinggir jalan ditambah hawa sejuk yang lebih ke berasa dingin cukup bikin tangan ini menjadi pegal.
Sampai diatas mulai terlihat mobil-mobil yang terparkir dan bau belerang mulai tercium. Akhirnya sampai juga kita di kawah tangkuban parahu. Sudah ramai orang-orang ternyata, kita pun menuju tempat parkir motor, kemudian menaiki tangga menuju ke lokasi kawah.
Aghh, suasana disini sudah sangat berbeda. Terakhir gue kesini sekitar tahun 2006, dulu disini masih belum ramai para pedagang souvenir. Parkir mobil pun masih dibawah bahkan kawahnya pun sudah tidak terlihat lagi, hanya ada asap-asap putih keluar dari sela-sela tumpukan batu dan pasir.
Terlihat sipacar mulai mengeluarkan handphone dari sakunya, tangannya langsung mengangkat handphone ke udara dan Cekrek.. cekrek.. Ternyata sipacar malah selfie. Iya, dia langsung asyik selfie. Hahaa..
kemudian dia mendekat dan memberikan handphonenya ke gue
"Fotoin aku disana ya sayang" kata dia.
Yahh.. yahh.. yahh.. Gue malah disuruh-suruh buat foto-fotoin dia. Nasib punya pacar narsis, begini kan jadinya. Ughh!!
Berpindah dari satu spot ke spot lainnya cuma nyari background yang pas buat di foto. Sampe gak terasa kita sudah semakin jauh, semakin atas sudah sangat jarang ada orang-orang. Hanya terlihat satu dua pasangan yang sama juga lagi asyik foto-foto.
Padahal disini kabut semakin tebal, bau belerang begitu menyengat. Sampai mata saja berasa begitu pedih. tapi kita tetep asyik disini, seru-seruan bareng orang tersayang di atas ketinggian 2084 MDPL. Dan ini begitu menyenangkan.

