Jalan jalan dijalan

Dari pagi sampe menjelang petang gue dan si pacar disibukan dengan pencarian kost-kostan. Akhirnya sekarang kita udah dapet kamar kost, meski gak seluas dan senyaman fasilitas di hotel tapi lumayan lah bisa langsung pake.

Sepeninggalnya pak kadir yang tadi udah beres-beres kamar, gue dan pacar rebahan aja dikasur. tapi aghh, panas banget kamarnya, bikin gerah. Padahal kipas di dinding udah muter kenceng. Sampe akhirnya gue dan sipacar shirtless berjamaah.

Lama dikamar cuma rebahan gak jelas akhirnya rasa bosan mulai melanda.
"kamu bete gak sih sayang?" gue tanya si pacar

"ngga, kenapa emang?" jawab si pacar

"aku sih bete" lanjut gue.

"terus gimana?" tanya si pacar

"kita mau disini aja atau lanjut jalan lagi?" kata gue

"terserah kamu sih" jawab si pacar lagi

"katanya kamu pengen ke gunung, kita kesana sekarang aja yuk" ajak gue

"serius?" tanya si pacar singkat

"iya, kalo mau kita siap-siap. Kita berangkat sekarang" jawab gue

"yaudah ayo" jawab pacar

Setelah sepakat dan mempersiapkan barang bawaan, sore itu juga gue dan sipacar akhirnya meluncur. Mengendarai matic dengan kecepatan rata-rata, gak terlalu banyak makan waktu kita sudah melewati separuh perjalanan, hawa sejuk mulai terasa berhembus, karena sekarang kita sudah berjalan di dataran yang tinggi. Tapi bukan daerah tujuan, ini masih masuk wilayah kabupaten dimana gue tinggal. Masih sangat jauh perjalanan untuk bisa sampai ke tujuan.

Semakin jauh berjalan, udara semakin terasa dingin. Tangan si pacar juga mulai terasa erat melingkar. Tubuhnya menempel dan dagunya menyentuh pundak. Bibir manis dan sipit matanya, terlihat begitu jelas dari spion.

Ditengah perjalanan, tanpa diduga hujan turun tiba-tiba. Hanya dengan sesaat, baju yang gue pake sebagian mulai membasah. Hujan seperti memaksa kita untuk segera berhenti. Dan kita berhenti tepat didepan warung bakso. aghh, Ini sih kebetulan banget, hujan gede neduh di warung bakso ditambah perut lapar ya sama dengan makan lah akhirnya.

Sudah habis bakso sudah habis beberapa batang rokok akhirnya hujan mulai reda, kita melanjutkan perjalanan ditemani gerimis-gerimis kecil yang akhirnya membuat baju jadi basah semua. sudah tanggung sih mau berhenti neduh juga udah percuma karena baju juga sudah basah.

Menjelang magrib, akhirnya kita sampai di tempat wisata pemandian air panas. Tapi rencana kita bukan disini, kita cuma istirahat sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan. Tapi makin menanjak jalan, udara malah semakin dingin akhirnya kita memutuskan untuk kembali beristirahat, karena disepanjang jalan banyak warung-warung berserakan yang menjual jagung bakar, kita beristirahat disana sambil menyantap jagung bakar dan browsing untuk cari-cari penginapan yang ada didaerah sana.

Sekitar pukul 8 malam kita sudah sampai di kawasan bandung utara, disini cuaca malah cerah. Gak ada terlihat tanah yang basah. Ini sih berasa konyol, sepanjang jalan basah-basahan hujan-hujanan tapi ketika sampai dilokasi malah cuaca begitu cerah. Ahelahh, untung malem coba kalau siang? Bakal berasa jadi alien aja disana, orang-orang disana pasti menganggap ada makhluk asing dari luar angkasa dan kita pasti jadi pusat perhatian. Hahaa..

Bolak-balik turun menanjak menapaki jalan di malam itu cuma sekedar mencari tempat penginapan, ada salah satu hotel yang menjadi tujuan tapi ternyata harganya tidak sesuai dengan yang tercantum di iklan. Alternatifnya, kita nyari lagi hotel yang harganya bisa ramah dikantong.

Waktu pun semakin malam dan untungnya kita sudah dapet satu penginapan, gue dan pacarpun langsung istirahat dan tidur. Untuk bersiap melanjutkan petualangan besok pagi.

You Might Also Like

Comments
0 Comments

0 comments

BERI KOMENTAR