akhir kisah di akhir pekan

Bus itu baru saja berangkat, mengantarkan orang yang gue sayang menuju international airport soekarno hatta. sementara gue masih duduk dibangku ruang tunggu, menatap kosong halaman parkir dengan baju dan celana yang basah kuyup.

"makasih udah nemenin aku seminggu ini, maaf juga kalau udah ngerepotin kamu. Aku seneng banget. sampai ketemu lagi tahun depan. I love you sayang"

Sebuah chat terakhir yang dia kirim sesaat setelah bus mulai pergi meninggalkan terminal. Berulang-ulang gue baca chatnya seolah tak percaya, Berasa baru kemarin dia datang tiba-tiba sekarang sudah pergi untuk kembali pulang.

Hujan masih saja belum berhenti, turun dengan begitu deras. Gue seakan menikmati setiap jatuhnya tetes air hujan yang seakan mengiring gue untuk mengingat kejadian-kejadian selama sepekan dengan orang tersayang. Dan hujan seperti ingin menjadi bagian cerita yang tak ingin dipisahkan.

ketika itu di hari ke 4. setelah pulang dari jalan-jalan ke tangkuban perahu. Pagi harinya gue kembali memulai aktivitas kerja, sementara sang pacar menunggu di kostan. Tapi mungkin merasa bosen, dia pun keluar jalan-jalan sendiri ke taman kota sambil nunggu sampe gue pulang kerja dan menjemputnya. Sampai hari ke 5, 6 dan 7 kita cuma bisa bareng di waktu malam.

Hari ke 8, adalah hari jumat. Hari terakhir gue kerja, karena sabtu gue udah berniat bolos kerja. Sengaja biar bisa jalan-jalan lagi sama pacar, rencananya kita bakal jalan ke kawah putih.
Sepulang kerja, gue bawa barang yang udah disiapin dan langsung meluncur ke tempat kost. tapi dipertengahan jalan, gue harus menghentikan laju motor. Karena ternyata helm buat dipake si pacar ketinggalan, akhirnya gue putar balik kembali kerumah lalu kemudian menuju kembali ke kostan.
Udah hampir jam 10 malem, gue rada ngebut dijalanan. Karena kata pak kadir penjaga kostan, gerbang pagar ditutup jam 10 malem. Tapi untunglah sesampainya didepan dikostan, gerbang masih terbuka dan gue pun masuk  memarkir motor. Dan diatas gue ngeliat si pacar lagi duduk santai di beranda.
Gua naik dan langsung masuk ke kost, tapi seperti ada yang beda. Muka si pacar gak seceria kemarin-kemarin sampai beberapa jam dikamar, dia seperti kelihatan bete. Dan ternyata bener, si pacar lagi Bete. Dia bilang sih katanya ada temenya yang tanya kerjaan, padahal kan dia lagi cuti. Makanya dia jadi bete.

"Yasudahlah, sekarang gak apa-apa. Tapi kalau besok masih keliatan bete, kita batalin rencana ke kawah putih" Kata gue ke si pacar malem itu.

Pagi pun datang, sekitar jam 5 subuh kita berangkat, kenapa pagi? Sengaja berangkat pagi karena cuacanya gak bisa ditebak, ini musim hujan. Perjalanan juga jauh, takutnya kalau berangkat siang, sampe sana turun hujan. Bisa-bisa menjadi percuma dan kegiatan teryusles yang kita lakukan, karena sudah pasti kalau hujan turun kita gak bisa masuk ke kawah putih.

Setelah perjalanan jauh, akhirnya kita sampai dikawah putih. Tapi sengaja kita lewatin, karna niatnya mau ke situ patenggang dulu. Sayangnya cuaca seperti ngasih kode kalau gak lama lagi bakal turun hujan. Kita batalin ke situ patenggang pagi itu dan balik lagi ke kawah putih. dan aghh, sesampainya di kawah putih, Kondisinya sedikit mengecewakan. Kabut tebal menyelimuti kawah, pemandangan yang harusnya menakjubkan menjadi seperti biasa saja. Tapi sedikit-sedikit masih bisa lah menikmati keindahanya. Sampai puas foto-foto disana, kita pun kembali turun. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke situ patenggang yang tadi sempat dibatalkan.

Diperjalanan, kita disuguhkan pemandangan kebun teh yang luas dan hijau. Berasa di daerah puncak bogor, tapi ini lebih keren dan ini adalah jalan-jalan terjauh gue yang ditemani pacar menggunakan kendaraan motor. Puas menikmati keindahan danau ditengah kebun teh. Akhirnya kita memutuskan untuk pulang, sengaja ingin pulang cepet karena si pacar penasaran untuk melihat air mancur yang katanya terbesar se asia tenggara dan cuma ada di kota gue.

Kitapun berjalan pulang, tapi sekali lagi perjalan harus terhenti. hujan turun deras ketika kita baru sampai daerah padalarang. sambil menunggu hujan reda kita menyantap nasi goreng di pinggir jalan. menunggu hampir 2 jam akhirnya hujan mulai reda. dengan penuh semangat gue dan pacar langsung melanjutkan perjalanan, gak peduli masih gerimis, gak peduli badan capek dan dingin. yang penting bisa cepat sampai ke pu*****rta, demi untuk bisa membawa pacar melihat pertunjukan air mancur.

berpacu dengan waktu, melintasi jalanan licin dan tikungan tajam. akhirnya sampai lah ke kota pu*****rta. tapi sayang, pertunjukan baru saja berakhir dan gue gagal bawa si pacar melihat pertunjukan air mancur. entah kapan lagi gue bisa bawa dia, menemani dia untuk melihat langsung pertunjukan air mancur yang begitu megah, karena besok dia akan pulang. 

hari terakhir di hari minggu, hari yang sebenarnya enggan untuk dilalui. karena hari itu kita akan berpisah. siang itu pacar gue ngajak makan di tempat yang kalau dia jalan-jalan sendiri pas gue lagi kerja, dia makan ditempat ini. namanya ranjang 69 kedai yang menjual mie ramen dengan level pedas yang beda-beda. setelah makan kita pergi ke terminal bus damri buat tanya info keberangkatan  bus terakhir. setelah itu kita cuma menghabiskan waktu di kostan. tanpa terasa waktu sudah hampir jam 5 sore, sipacar pun buru-buru packing karena takut telat. dan gue juga siap-siap untuk mengantar si pacar ke terminal. kita keluar kost dan baru saja turun ke tempat parkir motor pacar gue terlihat seperti bingung, dia buka-buka dompet dan ternyata kartu ATM nya hilang satu.

"kartu ATM aku gak ada satu" kata si pacar

"semalem kamu habis dari minimarket kartunya ditaro dimana? coba di inget-inget lagi" kata gue

"ketinggalan dimesin dah kayaknya" jawab pacar gue

"yaudah, tanyain kesana" suruh gue

sipacarpun langsung masuk ke minimarket yang letaknya emang di depan kost-kostan. dan ternyata kartunya emang ketinggalan di mesin dan diamankan sama pegawai minimarket. untunglah ketemu, coba kalau hilang. gue pasti ngerasa bersalah, karena semalem gue yang nyuruh pacar gue ke minimarket buat beli sesuatu.

"yaudah yok berangkat, udah hampir jam 5" ajak gue ke pacar. baru saja berjalan, tiba-tiba tetes-tetes air mulai berjatuhan dari langit. gue percepat laju motor, dan hujan tak bisa kompromi. ditengah perjalan gue dan pacar di guyur hujan deras. untuk berteduh sepertinya gak mungkin, karena pasti akan telat dan ketinggalan bus yang akan berangkat jam 5. gak ada pilihan selain melanjutkan meski hujan begitu deras ditemani petir yang menggelegar keras bersahutan.

dalam keadaan basah, akhirnya kita sampai di terminal. disambut bus yang sudah siap untuk berangkat. dengan terburu-buru, sipacar cuma sempat mengganti kaos di toilet mushola. lalu gue dan si pacar menuju tempat ruang tunggu. karena bus sudah akan segera berangkat. si pacar segera naik, sementara gue duduk di kursi ruang tunggu. lalu kemudian bus pun berjalan, berlalu meninggalkan terminal dan menutup kisah indah sepekan.






You Might Also Like

Comments
0 Comments

0 comments

BERI KOMENTAR